Minggu, 21 Oktober 2018

Internet Di Usia Produktif

Seperti yang diketahui, berdasarkan hasil survey dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukan bahwa hampir separuh darit otal pengguna internet di Indonesia adalah kelompok Usia Produktif dengan rentnag usia antara 19 tahun sampai dengan 34 Tahun. Jumlah pengguna internet Nasional pada tahun 1998 hanya mencapai 500 ribu pengguna. Akan tetapi jumlah tersebut sangat jauh berbeda dengan jumlah pengguna internet di tahun 2017 yang telah mencapai lebih dari 100 juta pengguna.
Usia Produktif
Usia Produktif

Alasan Utama mengapa semakin banyak pengguna internet aadalah karena pesatnya dunia perkembangan teknologi, jangkauan internet yang semakin luas, dan harga gawai untuk emngakses dunia maya semakin murah. Merujuk data survei APJII bahwa pengguna internet Nasional pada tahun 2017 telah mencapai 142 juta jiwa dengan angka penetrasi sebesar 54,69% dari total keseluruhan populasi.

Sedangkan jika dibandingkan dengan tahun lalu, pengakses internet hanya tumbuh sebesar 7,9%. dan Jika dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu, maka pertumbuhan jumlah pengguna internet saat ini telah mencapai 600%. Dengan kata lain, pengguna Internet tanah air akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya kemudahan dalam mengakses internet seperti gawai murah, luasnya jaringan, dan pesatnya kemajuan teknologi.

Menaksir Jumlah Pengguna Internet

Jumlah Pengguna Internet di Indonesia saat ini menunjukan perkembangan yang cukup tinggi. Pertumbuhan pengguna internet diiringi dengan mulai banyaknya sarana yang dapat menunjang aktifitas berinternet baik di kota dan desa, faktor lain adalah tingginya masyarakat untuk mengakses informasi secara cepat dan mudah, masyarakat juga ingin ikut merasakan pengelaman membeli produk secara online baik itu makanan maupun barang.
Jumlah Pengguna Internet
Jumlah Pengguna Internet

Maka, pada saat ini Internet tidak hanya digunakan untuk bekerja dan juga untuk keperluan pendidikan. akan tetapi internet juga mampu berperan sebagai pelengkap kehidupan sehari - hari penggunanya. Hal tersebut dapat tercermin dari meningkatnya jumlah pengguna internet dan juga angka penetrasi yang semakin tinggi. Maka Jumlah Pengguna Internet di Indonesia tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta pengguna dengan angka penetrasi yang mencapai 54,6% dari total populasi.

Berdasarkan data survei dari APJII,  Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia hampir separuh dari total keseluruhan pengguna internet di Indonesia adalah mereka yang memasuki kelompok usia yang produktif yakni dengan rentang usia antara 19 tahun sampai dengan 34 tahun.

Gairah Investasi Hulu Migas turun

Investasi Hulu Migas Mengalami tren penurunan sepanjang waktu meskipun dalam tiga bulan terakhir mengalami kenaikan investasi, namun secara umum semenjak 2010 nilai Investasi Hulu Migas terus mengalami tren penurunan invetasi yang semula pada tahun 2010 investasi hulu migas sebesar 12,7 miliar dolar Amerika Serikat naik pada tahun 2011 menjadi sebesar 16,1 Miliar dolar Amerika Serikat.
Investasi Hulu Migas
Investasi Hulu Migas

Invetasi Hulu Migas Nasional maish saja mengalami tren penurunan dalam kurun waktu tida tahun terakhir semenjak 2014 Invetasi Hulu Migas Indonesia mencapai angka 20,4 Miliar Dola Amerika Serikat. Pencapaian investasi tersebut adalah pencapaian tertinggi investasi hulu migas yang seiring dengan naiknya harga minyak mentah global hingga berada pada level 100 dolar Amerika Serikat per Barel. Namun setelah itu, tren penurunan terus berlanjut hingga menjadi 9,2 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2017.

Sementara itu, jika merujuk pada data investasi hulu migas domestik pada tiga bulan pertama tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 26,3% hingga menjadi 2,4 miliar dolar Amerika Serikat jika diabndignkan dengan tiga beulan sebelumnya di tahun lalu yang hanya sebesar 1,9 miliar dolar Amerika Serikat (yoy).

Buzzer Politik Jadi Solusi Suara

Buzzer Politik di Indonesia saat ini menjadi andalan untuk meningkatkan elektabilitas pasangan calon di setiap pemilu yang diadakan KPU. BEragam platform pun dipakai, yakni Facebook, Twitter, maupun Instagram digunakan untuk menjaring dukungan politik. Buzzer atau yang sebenarnya harus disebut Pendengung di media sosial saat ini memiliki posisi yang penting bagi para pelaku politik terutama mereka yang tengah menghadapi Pemilihan Presiden di Tahun 2019 nanti.
Buzzer Politik
Buzzer Politik

Para peserta Pilpres baik dari kubu Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno pun menganggap hadirnya buzzer mampu untuk mempengaruhi pilihan masyarakat untuk memilih salah satu calon pasangan di Pilpres 2019 nanti. Budiman Sudjatmiko, Politisi PDI Perjuangan mengatakan bahwa tim buzzer sangat efektif untuk kepentingan politik apalagi jika memiliki pengikut yang sangat banyak. Budiman juga mencontohkan bahwa hanya dibutuhkan 2 ribu sampai dengan 3 ribu buzzer politik yang melalui twitter mampu untuk menggaet 1 juta pemilih di Indonesia.

Strategi Buzzer untuk menggaet pemilih salah satunya adalah dengan memetakan data pemilih yang tepat sasaran agar pendekatan persuasif yang dilakukan dapat lebih efektif. Budiman berujar bahwa Twitter yang penggunanya aktif itu sangat unik dan bisa mempengaruhi pengguna lain.

Perbaikan Administrasi Pajak

Administrasi Pajak Dalam Negeri masih banyak yang harus dibenahi sesegera mungkin. ditambah dengan kepatuhan masyarakat yang masih belum menunjukan partisipasinya dalam membayar pajak. OECD atau Organisation for Economic Co-operation and Development telah menyinggung Penerimaan pajak Republik Indonesia yang masih saja terus rendah jika diabndingkan dengan penerimaan pajak yang diperoleh Negara yang berkembang lainnya.
Administrasi Pajak
Administrasi Pajak

Christine Lewis, Head of the Indonesia Department Economics Organisation for Economic Co-operation and Development mengtakan bahwa angka pendaftaran wajib pajak telah emningkat namun sampai saat ini pun masuih belum menunjukan adanya angka kepatuhan yang relevan dengan banyaknya pendaftar wajib pajak tersebut.

Menurut Lewis, Pemerintah Indonesia perlu untuk memprioritaskan pembenahan dalam hal administrasi perpajakan guna menggenjot kepatuhan wajib pajak. Lewis juga mengatakan bahwa modernisasi sistem dan juga proses tekonlogi informasi mampu untuk mendorong dan meningkatkan angka kepatuhan dan penegakan dalam aturan yang berlaku. Merujuk pada data yang dikeluarkan oleh OECD, bahwa penerimaan pajak yang diperoleh oleh Indonesia hingga tanggal 5 Oktober 2018 saja hanya mencapai 11,6% dari total produk domestik bruto (PDB).

Sabtu, 13 Oktober 2018

Gempa Lombok dan Meletusnya Gunung Agung Terhadap Kunjungan Wisatawan

Kunjungan Wisatawan Mancanegara pada agustus 2018 mengalami penurunan sebanyak 1.91% yakni menjadi 1,51 juta kunjungan dari bulan sebelumnya. Jika diakumulasikan maka selama periode Januari hingga Agustus, pertumbuhannya meningkat sebesar 12.3% menjadi 10.58 juta kunjungan. Hal ini dirasa cukup baik secara angka, namun penurunan kunjungan ini tentu memiliki beberapa akar penyebabnya.

Kunjungan Wisatawan
Kunjungan Wisatawan
Ada dua faktor yang membuat jumlah wiman turun, salah satunya adalah kejadian gempa yang terjadi di Lombok beberapa bulan yang lalu. Juga penurunan kunjungan wisatawan ke pulau Bali karena kondisi Gunung Agung yang sempat tidak stabil. dari Data BPS, kunjungan wisatawan ke Bali turun 8,37% di agustus yang hanya menjadi 582 ribu. Hal ini juga berlaku pada wilayah lainnya seperti di NTB dan daerah lainnya.

Pemerintah sendiri menargetkan pendapatan dari sektor pariwisata sebesar $17 miliar pada tahun ini dengan total kunjungan mencapai 17 juta kunjungan. Namun hingga agustus kemarin, capaiannya baru mencapai 62.2%. Dapatkah pemerintah mengejar ketertinggalan dari target yang dibebankan sebelumnya?

Pertumbuhan Ekonomi Terbaru di Sulawesi

Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang baru-baru ini menjadi korban gempa dan tsunami. Provinsi ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik pada semester pertama 2018 dengan nilai mencapai 6,24%. Perekonomian di wilayah ini sedang tumbuh positif karena memiliki tanah yang subur dan memproduksi banyak hasil pertanian maupun perikanan. BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi di kota palu adalah 6,24% angka ini jelas lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya di angka 5,17%. Sementara di tiga tahun sebelumnya yakni 2015, Sulawesi Tengah sempat memiliki PDRB diatas 15%.

Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah
Kejadian gempa dan tsunami yang terjadi ini dikhawatirkan memberikan dampak negatif terhadap catatan yang selama ini diraih provinsi ini. Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang terus mengalami pertumbuhan positif, jadi bisa diibaratkan jika kejadian ini memukul potensi yang ada di wilayah Sulawesi Tengah. Pertumbuhan Ekonomi harusnya bisa terus dijaga meskipun baru saja dilanda gempa, salah satunya adalah dengan memberikan stimulus reaktif dari pemerintah.

Sulawesi tengah harus tetap tumbuh ditengah keterpurukan yang menimpa wilayah tersebut. Masyarakat perlu gotong royong untuk bisa bangkit menghadapi ini semua. Karena bagaimanapun juga, kita semua harus saling membantu kekurangan yang dialami wilayah yang membutuhkan dukungan moral dan modal seperti Lombok dan Sulawesi Tengah, khususnya di wilayah Palu dan Donggala.